Di sepertiga penghujung malam ku teringat akan dirimu. Kenangan setahun yang lalu adalah saat terakhir kita berjumpa.
***
Pagi itu aku hanya menjadi salah satu sukarelawan untuk mengambil daftar nama anggota kelas di ruang BK, entah kenapa waktu itu aku mau melakukannya. Saat aku berjalan menyusuri lorong demi lorong sekolah kulihat samar kau berdiri di depan ruangan yang kutuju. Semakin mendekat aku semakin yakin bahwa itu adalah dirimu, seseorang yang telah lulus dari sekolah ini 2 tahun silam. Sekilas aku menilai penampilanmu sekarang, tak ada perubahan berarti, kamu tetaplah seorang cowok tinggi, item manis, dan keren. Kau ulurkan tangan kokohmu untuk menjabat tangan mungilku ini, nyaman, hangat, erat dan lama bahkan engkau tak peduli dengan tatap-tatap mata mereka yang memandang heran kepada kita karena ngobrol sambil jabatan tangan sedari tadi.
"Ngapain mas disini? Tumben"
"Mau ambil ijazah sama skhun, kamu sendiri ngapain?"
"Mau ambil daftar nama anggota kelas di BK, mau daftar polisi ya?" Soalnya waktu itu lagi musim pendaftaran polisi sama TNI
"Enggak dek, cuma mau ambil itu aja"
"Kenapa mas? Padahal sampean cocok loh umpama jadi ABRI gitu, keren hahaha"
"Bisa aja kamu dek, kabarmu gimana dek?"
"Alhamdulillah baik, mas sendiri?"
"Alhamdulillah baik juga"
Lama-lama aku semakin risih akan pandangan mereka yang berlalu-lalang disekitar, aku gak suka menjadi pusat perhatian hanya karena genggaman seorang smasher voli. Buru-buru kulepas jemariku dari genggamanmu dan aku pamit untuk menunaikan tugasku, mengambil daftar nama. Sebelum aku pergi, kamu berkata, "ntar dilanjut lagi ya ngobrolnya?" yang kubalas hanya dengan senyum semata.
***
Didalam kelas aku teringat terus dengan ucapanmu bahkan jujur aku ingin waktu yang lebih lama lagi bersamamu tapi apa dayaku, wali kelas sudah hadir dan sedang menerangkan pelajaran ekonomi. Jauh didasar hati aku berdoa agar pelajaran ini cepat selesai supaya aku bisa bertemu lagi denganmu. Hingga bel tanda istirahat berbunyi aku langsung keluar kelas begitu si guru menutup pelajaran.
***
Bersama sahabatku, aku mencarimu ke setiap area sekolah namun sayang aku tidak dapat menemukanmu, mungkin kau telah keluar, telah pergi. Menyesal karena gak ketemu? Ya pastilah tapi mau gimana lagi penyesalan slalu datang diakhir.
***
Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun, namun tak ada sedikit kabar darimu, dimana kamu sekarang, sedang apa kamu sekarang dan gimana keadaan kamu. Nunggu hanya itu yang aku lakukan bahkan akhir-akhir ini aku sering kepikiran tentang kamu. Dimanapun kamu, aku berharap kamu akan slalu baik-baik saja, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin ya rabbal allamiin...
***
Aku akan menunggu sampai kamu kembali dan semoga kamu melakukan saran aku.
***
MHZ. by a.de.er.el